“Bapa…sentuh hatiku..”

Pagi ini saya mengalami hal yang menyentuh keimanan saya.
Kenyataan bahwa memang Tuhan itu ada setiap saat sepertinya
tidak disadari setiap orang. Faktanya : kita semua tau kalo
Tuhan itu ada, tapi kita seringkali lupa bahwa Tuhan itu
selalu ada setiap saat.

Buktinya terjadi pada saat mengantri busway pagi tadi.
Ga seperti biasa-nya,  antrian busway jalur
Dukuh Atas – Ragunan pagi ini antri gila2an…penuh…rame…
(sayang gak kefoto…:D)
Tapi ya mau gimana lagi, mesti naik dong…sayang tiket 3500-nya..
Dalam hati, sejak menunggu busway saya bernyanyi lagu-lagu gereja…
ada “Allah Mengerti”, “Ave Maria”..
Harapan saya bernyanyi cuma satu, supaya busway cepet dateng dan
saya terangkut di dalamnya dengan tidak bersusah payah,
tapi bukan berarti ga usaha lho..

satu menit…dua menit…15 menit…aman…damai…
ga pake acara kepanasan-ga keluar keringetnya  (padahal pakai jumper…)
Jadi inget cerita sahabat saya, dia cerita tentang perbandingan antara
lagu pujian dan lagu sekuler dalam segelas air putih..Air yang didengarkan
lagu-lagu rohani lebih tenang dibandingkan dengan air yang didengarkan
lagu-lagu sekuler.

Saat bernyanyi dalam hati, saya melihat orang-orang lain yang
mengantri busway dengan penuh tanya…

1. Apa mereka inget Tuhan-nya pada saat-saat begini ya..?
2. Mereka berdoa juga ga ya dalam hati biar busway-nya cepet
dateng?
3. Mereka memuji Tuhannya juga ga ya kaya gue sekarang?
4. Mereka bakal kasih orang lain jalan duluan ga ya buat masuk
busway?

Pada saat saya nyanyi dalam kebisuan, perasaan aman itu menutupi semua
kekhawatiran yang terjadi biasanya..
Biasanya saya ga mau berdesak2an dengan orang lain…saya pilih mundur dari antrian,
duduk sebentar…tapi sekarang saya gak diserang rasa takut, khawatir, curiga
sama sekali.
Mungkin ini biasa buat yang lain, tapi buat saya, rasa ini begitu bernilai.

Saat busway datang, saya masuk dengan berdesakan..penumpang yang dibelakang saya
mendorong2 masuk..(saya tetap bernyanyi dengan tersendat2..:D)
mereka menuntut paksa masuk walaupun petugasnya sudah mengatakan cukup2,
dan supir sudah memajukan mobil perlahan.
Hanya 5 detik saya berdiri dengan tidak ada pegangan dan didesak kanan kiri,
tiba-tiba ibu yang sudah berusia lanjut di depan saya mempersilahkan saya duduk
diantara dirinya dan penumpang di sebelahnya.
Bukan penawaran biasa seperti “duduk deh mba” atau “sini mba”, tapi
“Mba, ayo sini silahkan duduk, kasian ga ada pegangannya. Nanti kalo masih mau jatuh
pegangan saya saja gak apa-apa”
Mendengar ucapan ibu itu saya kaget, bener-bener kaget.
Ga tau kenapa, rasanya bahagia sangat tidak terucap saat terima penawaran si ibu.
Selain terimakasih, sepanjang perjalanan ibu ini akrab sekali, mengajak ngobrol,
yang saya merasakan bukan sapaan basa-basi.
Lagi-lagi ini perasaan dengan nilai yang sama dengan sebelumnya.
Ketika duduk, saya flashback sedikit ke waktu saya tadi berdesak-desakan dengan penumpang lain.

*Kenapa orang-orang begitu sedemikian rupanya ketakutan?
Padahal busway akan terus ada..

*Kenapa orang-orang selalu mengeluh dengan perginya busway kosong?
Padahal itu menandakan selalu ada busway lain di belakang busway tersebut dan
pasti busway yang pergi itu harus menampung penumpang di halte lain..sehingga busway yang
mereka naiki nanti tidak terlalu penuh

*Kenapa harus memaksa masuk busway yang sudah penuh?
Karena pada akhirnya mereka sendiri yang rugi, ketika, sudah berada di dalam busway,
mereka tidak ada pegangan lagi. Bahkan bisa jadi merugikan penumpang lain.
Benar-benar pelajaran berharga pagi ini.
If I walk with Thee, evertyhing is possible.

 

salam,
Nana

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: